TERAPI ISOTRETINOIN ORAL PADA PSORIASIS ERITRODERMA YANG MENYERUPAI IKTIOSIS HEREDITER: LAPORAN KASUS DAN TELAAH PUSTAKA

  • Malvan - Departemen Dermatologi dan Venereologi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada/RSUP dr. Sardjito
  • Sunardi Radiono Departemen Dermatologi dan Venereologi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada/RSUP dr. Sardjito
  • Erdina - Departemen Dermatologi dan Venereologi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada/RSUP dr. Sardjito
  • Retno Danarti Departemen Dermatologi dan Venereologi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada/RSUP dr. Sardjito

Abstrak

    Psoriasis eritroderma pada anak merupakan varian psoriasis yang paling jarang. Kelainan ini ditandai secara khas oleh eritema pada seluruh tubuh dengan skuama putih berlapis tebal, disertai ektropion, eklabium, dan onikodistrofi. Manifestasi kulit tersebut sering keliru didiagnosis sebagai iktiosis herediter. Salah satu pilihan terapi sistemik psoriasis eritroderma adalah isotretinoin oral. Obat tersebut bekerja dengan cara menghambat dan mengurangi diferensiasi dan hiperproliferasi keratinosit, serta mencegah infiltrasi sel radang di kulit pada psoriasis. Perlu diperhatikan bahwa isotretinoin dapat menimbulkan efek samping yang berakibat fatal.
    Pada kasus dilaporkan seorang anak perempuan usia 4,5 tahun dengan kulit seluruh tubuh eritematosa ditutupi skuama putih, melekat, berlapis tebal, disertai ektropion dan eklabium, menyerupai iktiosis herediter. Dengan ditemukannya mikroabses Munro pada pemeriksaan histopatologi, pasien didiagnosis sebagai psoriasis eritroderma. Terapi dengan isotretinoin oral memberikan hasil yang memuaskan, namun menimbulkan efek samping berupa trombositopenia. Perlu pemantauan ketat dan evaluasi laboratorium rutin pada pemberian isotretinoin oral untuk psoriasis eritroderma anak, sehingga apabila ditemukan kelainan dapat segera dilakukan tatalaksana yang tepat.

Kata kunci: psoriasis eritroderma, mikroabses Munro, isotretinoin oral, trombositopenia.

References

1. Lysell J, Tessma M, Nikamo P, Wahlgren CF, Stahle M.
Clinical characterisation at onset of childhood psoriasis: A
cross sectional study in Sweden. Acta Dermatol Venereol.
2015;95:457-61.
2. Moll E, Chang MW, Strober B. Psoriasis in adults and
children: Kids are not just little people. Clin Dermatol.
2016;1:1-17.
3. Bhutto AM. Childhood psoriasis: A review of literature. J
Pakistan Assoc Dermatol. 2011;21:190-7.
4. Busch AL, Landau JM, Moddy MN, Goldberg LH.
Pediatric psoriasis. Skin Therapy Lett. 2012;17:5-7.
5. Salleras M, Sanches-Regana M, Umbert P. Congenital
erythrodermic psoriasis: Case report and literature review.
Pediatr Dermatol. 1995;12:231-4.
6. Scott RB, Surana R. Erythrodermic psoriasis in childhood.
Am J Dis Child. 1968;116:218-21.
7. Kumar P, Thomas J, Dineshkumar D. Histology of
psoriatic erythroderma in infants: Analytical study of eight
cases. Indian J Dermatol. 2015;60:213-6.
8. Oji V, Tadini G, Akiyama M, Bardon CB, Bodemer C,
Bourrat E, dkk. Revised nomenclature and classification of
inherited ichthyoses: Results of the first ichthyosis
consensus conference in Soreze 2009. J Am Acad
Dermatol. 2010;63:607-41.
9. Takeichi T, Akiyama M. Inherited ichthyosis: Nonsyndromic
forms. J Dermatol. 2016;43:242-51.
10. Yoneda K. Inherited ichthyosis: Syndromic forms. J
Dermatol. 2016;43:252-63.
11. Akiyama M, Sawamura D, Shimizu H. The clinical
spectrum of nonbullous congenital ichthyosis erythroderma
and lamellar ichthyosis. Clin Exp Dermatol. 2003;28:235-
40.
12. Suraiyah, Soedibyo S, Boediardja SA. Iktiosis lamelar pada
anak dengan riwayat bayi kolodion. Sari Pediatri.
2007;9:32-8.
13. Furio L, Hovnanian A. 1. Netherton syndrome - defective
kallikrein inhibition in the skin leads to skin inflammation
and allergy. Biol Chem. 2014;395:945-58.
14. Lara-Corrales I, Xi N. Childhood psoriasis treatment -
evidence published over the last 5 years. Rev Rec Clin
Trials. 2011;6:36-43.
15. Patton TJ, Ferris LK. Systemic Retinoid. In: Wolverton SE.
Comprehensive Dermatologic Drug Therapy. Edisi ke-3.
Toronto: Elsivier Saunders; 2013. p. 252-68.
16. Tahir CM. Efficacy and adverse effects of systemic isotretinon
therapy. J Pakistan Assoc Dermatol. 2011;21:38-42.
17. Akyol M, Ozcelik S. Non-acne dermatologic indications for
systemic isotretinoin. Am J Clin Dermatol. 2005;6:175-84.
18. Al-Shobaili H, Al-Kenaizan S. Childhood generalized
pustular psoriasis:Successful treatment with isotretinoin.
Pediatr Dermatol. 2007;24:563-4.\
19. Sofen HL, Moy RL, Lowe NJ. Treatment of generalised
pustular psoriasis with isotretinoin. Lancet. 1984;7:40.
20. Fritsch PO. Retinoids in psoriasis and disorders of
keratinization. J Am Acad Dermatol. 1992;27:S8-14.
21. Ansty A, Hawk JLM. Isotretinoin-PUVA in women with
psoriasis. Br J Dermatol. 1997;136:798-800.
22. Mortazavi H, Khezri S, Hosseini H. Khezri F. Vasigh M. A
single blind randomized clinical study: The efficacy of
isotretinoin plus narrow band ultraviolet B in the treatment
of psoriasis vulgaris. Photodermatol Photoimmunol
Photomed. 2011;27:159-61.
23. Rademaker M. Adverse effects of isotretinoin- A
retrospective review of 1743 patients started. Australas J
Dermatol. 2010;51:248-53.
24. Brito MFM, Galindo JCS, Santos JB, Sant’Anna IP,
Rosendo LHPM. Evaluation of clinical adverse effects and
laboratory alterations in patients with acne vulgaris treated
with oral isotretinoin. Ann Bras Dermatol. 2010;85:331-6.
25. Ataseven A, Bilgin AU. Effects of isotretinoin on the
platelet counts and the mean platelet volume in patients
with acne vulgaris. Scientific World J. 2014;2014:1-4.
26. Garipardic M, Sasmaz S, Olgar S, Guler E. Neutropenia
and thrombocytopenia in a patient used isotretinoin for
acne vulgaris. Balikesir Health Sci J. 2013;1:77-8.
27. Moeller KE, Touma SC. Prolonged thrombocytopenia
associated with isotretinoin. Ann Pharmacother 2003;37:1622-4.
Diterbitkan
2019-07-26
Bagian
Artikel Asli