DERMATITIS ATOPIK TIPE LIKENOID GENERALISATA AWITAN DEWASA
DOI:
https://doi.org/10.33820/mdvi.v52i4.542Keywords:
Atopic dermatitis, adult onset, IgEAbstract
Pendahuluan: Dermatitis atopik (DA) memiliki karakteristik pruritus, eritema, indurasi, skuama. Manifestasi klinis ini dapat pula ditemukan pada berbagai penyakit kulit yang menyerupai, terjadi bersamaan, atau merupakan komplikasi DA. DA awitan dewasa dapat menunjukkan variasi klinis yang tidak biasa. Kasus: Laki-laki berusia 36 tahun, mengeluhkan bercak kemerahan yang terasa gatal di badan dan ekstremitas sejak 6 bulan lalu. Keluhan disertai bercak tebal di kedua tungkai. Pasien memiliki riwayat asma serta riwayat akalasia dengan malnutrisi berat. Pasien awalnya didiagnosis dermatitis yang disebabkan defisiensi asam lemak esensial dengan infeksi sekunder, dermatitis numularis, liken simpleks kronikus, dan dermatitis seboroik. Setelah evaluasi lebih lanjut, pasien memenuhi kriteria Hanifin-Rajka disertai kadar IgE yang tinggi, sehingga ditegakkan diagnosis DA awitan dewasa. Diskusi: Laporan kasus ini menunjukkan penegakkan diagnosis DA awitan dewasa tipe generalisata berdasarkan klinis. Pemeriksaan penunjang untuk menyingkirkan diagnosis banding dermatitis kontak tidak dapat dilakukan karena pasien dalam terapi imunosupresan. Penatalaksanaan DA dilakukan secara sistematik disertai pemberian terapi sistemik. Kesimpulan: Penegakan diagnosis DA awitan dewasa berdasarkan klinis merupakan sebuah tantangan. Manifestasi klinis seringkali tidak sesuai dengan kriteria diagnosis yang umum digunakan terutama pada kasus de novo. Pemeriksaan penunjang seperti kadar IgE, eosinofil, uji kulit, dan biopsi kulit terkadang diperlukan untuk penegakan klinis secara tepat sehingga pasien dapat diberikan tata laksana yang sesuai.
Downloads
References
Silvestre Salvador JF, Romero-Pérez D, Encabo-Durán B. Atopic dermatitis in adults: a diagnostic challenge. J Investig Allergol Clin Immunol. 2017;27(2):78-88.
Siegfried EC, Hebert AA. Diagnosis of atopic dermatitis: Mimics, overlaps, and complications. J Clin Med. 2015;4(5):884-917.
Chow S, Seow CS, Dizon MV, Godse K, Foong H, Chan V, dkk; Asian Academy of Dermatology & Venereology. A clinician's reference guide for the management of atopic dermatitis in Asians. Asia Pac Allergy. 2018;8(4):e41.
Chin A, Balasubramanyam S, Davis CM. Very elevated IgE, atopy, and severe infection: A genomics-based diagnostic approach to a spectrum of diseases. Case Reports Immunol. 2021;2021:2767012.
Simpson EL, Leung D. Eichenfield LF. Atopic Dermatits. Dalam: Kang S, Amagai M, Bruckner AL, Enk AH, Margolis DJ, Mcmichael AJ, dkk. Fitzpatricks’s dermatology. Edisi ke-9. New York: McGraw Hill Companies; 2019. h. 363-84.
Widaty S, Soebono H, Nilasari H, Listiawan MY, Siswati AS, Triwahyudi D, dkk. Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin di Indonesia. Jakarta: PERDOSKI, 2017. h. 191-7.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Anggita Nur Aziza

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











