KARAKTERISTIK DERMATOSIS AKIBAT SENGATAN UBUR-UBUR DI INDONESIA

Authors

  • Anita Valencia Departemen Kedokteran Kelautan. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram, Indonesia
  • Dedianto Hidajat Departemen Dermatologi dan Venereologi. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram, Indonesia
  • Yoga Pamungkas Susani Departemen Kedokteran Kelautan. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33820/mdvi.v53i1.538

Keywords:

dermatosis, envenomasi laut, penanganan sengatan ubur-ubur, Physalia physalis, sengatan ubur- ubur

Abstract

 

 Indonesia memiliki garis pantai yang luas dan keanekaragaman spesies laut yang tinggi, sehingga sengatan ubur-ubur merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan. Salah satu spesies yang sering dilaporkan adalah Physalia physalis, yang dapat menyebabkan gejala berat. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakteristik klinis dermatosis yang disebabkan oleh sengatan ubur-ubur di Indonesia, serta mengevaluasi efektivitas penanganan awal dan tingkat kesadaran masyarakat terhadap bahaya sengatan ubur-ubur. Tinjauan literatur sistematis dilakukan menggunakan database seperti PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan SpringerLink, serta jurnal nasional dan lokal yang terkait dengan dermatologi, kesehatan masyarakat, dan biologi kelautan yang diterbitkan dalam 10-20 tahun terakhir. Beberapa kasus sengatan ubur-ubur dilaporkan di sepanjang pantai selatan Gunung Kidul, Yogyakarta. Pada periode 2011–2021, ratusan wisatawan dan penduduk lokal dilaporkan tersengat dengan gejala berupa sesak napas, gatal, hingga rasa terbakar pada kulit. Physalia physalis teridentifikasi pada beberapa insiden yang berkaitan dengan perubahan musiman dan migrasi ubur-ubur. Sengatan ubur-ubur merupakan ancaman signifikan bagi komunitas pesisir dan wisatawan di Indonesia. Perlu ada peningkatan kesadaran dan edukasi di kalangan pengunjung pantai dan otoritas setempat untuk mengurangi risiko terkait sengatan ubur-ubur. 

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Anita Valencia, Departemen Kedokteran Kelautan. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram, Indonesia

Specialty Program of Maritime Medicine, Faculty of Medicine, Mataram University, Mataram

Dedianto Hidajat, Departemen Dermatologi dan Venereologi. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram, Indonesia

Department of Dermatology and Venerology, Faculty of Medicine Mataram University, Mataram

Yoga Pamungkas Susani, Departemen Kedokteran Kelautan. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram, Indonesia

Department of Maritime Medicine, Faculty of Medicine Mataram University, Mataram

References

Maharani, Tri & Widiastuti, Widiastuti. (2021). First envenomation report of the Cnidarian Physalia physalis in Indonesia. International Maritime Health. 72. 110-114. 10.5603/IMH.2021.0019.

Munro, C., Vue, Z., Behringer, R.R., et al. Morphology and development of the Portuguese man of war, Physalia physalis. Scientific Reports, 2019; 9(1): 15522. https://doi.org/10.1038/s41598-019-51842-1. Indexed in PubMed: 31664071.

General Management Guide for Harmful Jellyfish Stings in the Western Pacific and Adjacent Areas. Malaysian Society on Toxinology; 2022. Editors: Aileen Tan Shau Hwai, Ahmad Khaldun Ismail, Hiroshi Miyake, et al. Published by Malaysian Society on Toxinology, Kuala Lumpur, Malaysia. ISBN: 978-629-97500-0-0. Available from: Centre for Marine and Coastal Studies (CEMACS), Universiti Sains Malaysia, Penang, Malaysia.

Bastos, D.M., Haddad Junior, V., & Nunes, J.L. Human envenomations caused by Portuguese man-of-war (Physalia physalis) in urban beaches of São Luís City, Maranhão State, Northeast Coast of Brazil. Revista da Sociedade Brasileira de Medicina Tropical, 2017; 50(1): 130–134. https://doi.org/10.1590/0037-8682-0257-2016. Indexed in PubMed: 28327816.

Habib, H., Salim, J., Dwi Nugroho, Y., Amansyah, F., Edison, D. A., Ahmad Pramana, G., Ma’mun, & Salinah. (2018). Characteristics of Marine Envenomation Cases in Kepulauan Seribu District Hospital, Indonesia. Cermin Dunia Kedokteran, 45(12), 887–891. https://doi.org/10.55175/cdk.v45i12.679

Mujiono, Nova. "Jellyfish Sting: sebuah Studi Kasus Indonesia [Jellyfish Sting: An Indonesian Case Report]." Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, vol. 2, no. 1, 2010, pp. 1-10, doi:10.20473/jipk.v2i1.11673.

Chakrabarti A, Sengupta S. Jellyfish Envenomation Presenting with Delayed Identical Cutaneous Lesions in a Mother and Child. Indian J Dermatol. 2015;60(5):488-490. doi:10.4103/0019-5154.164371

Neves, R., Amaral, F., & Steiner, A. Levantamento de registros dos acidentes com cnidários em algumas praias do litoral de Pernambuco (Brasil). Ciência & Saúde Coletiva, 2007; 12(1): 231–237. https://doi.org/10.1590/s1413-81232007000100026.

Haddad Junior, V., Silveira, F.L., & Migotto, A.E. Skin lesions in envenoming by cnidarians (Portuguese man-of-war and jellyfish): Etiology and severity of accidents on the Brazilian coast. Revista do Instituto de Medicina Tropical de São Paulo, 2010; 52(1): 47–50. https://doi.org/10.1590/s0036-46652010000100008. Indexed in PubMed: 20305955.

Cazorla-Perfetti, D.J., Loyo, J., Lugo, L., et al. Epidemiology of Physalia physalis stings attended at a health care center in beaches of Adícora, Venezuela. Travel Medicine and Infectious Disease, 2012; 10(5-6): 263–266. https://doi.org/10.1016/j.tmaid.2012.09.007. Indexed in PubMed: 23067562.

Haddad Junior, V., Virga, R., Bechara, A., et al. An outbreak of Portuguese man-of-war (Physalia physalis — Linnaeus, 1758) envenoming in Southeastern Brazil. Revista da Sociedade Brasileira de Medicina Tropical, 2013; 46(5): 641–644. https://doi.org/10.1590/0037-8682-1518-2013. Indexed in PubMed: 23904083.

Labadie, M., Lambrot, A.L., Mangwa, F., et al. Collective envenomation by Physalia physalis on the French Atlantic Coast. Clinical Toxicology, 2010.

Slaughter, R.J., Beasley, D.M., Lambie, B.S., et al. New Zealand’s venomous creatures. New Zealand Medical Journal, 2009; 122(1290): 83–97. Indexed in PubMed: 19319171.

Loredana Asztalos M, Rubin AI, Elenitsas R, Groft MacFarlane C, Castelo-Soccio L. Recurrent dermatitis and dermal hypersensitivity following a jellyfish sting: a case report and review of literature. Pediatr Dermatol. 2014;31(2):217-219. doi:10.1111/pde.12289

Heidi Ulrich; Michael Landthaler; Thomas Vogt. (2007). Granulomatous jellyfish dermatitis. , 5(6), 493–495. doi:10.1111/j.1610-0387.2007.06335.x

Published

2026-03-31

How to Cite

Valencia, A., Hidajat, D., & Susani, Y. P. (2026). KARAKTERISTIK DERMATOSIS AKIBAT SENGATAN UBUR-UBUR DI INDONESIA. Media Dermato-Venereologica Indonesiana, 53(1), 41–50. https://doi.org/10.33820/mdvi.v53i1.538