NEVUS MELANOSITIK DIDAPAT YANG DISERTAI DENGAN DERMATITIS KRONIK: TANTANGAN DIAGNOSIS DAN RISIKO REKURENSI
DOI:
https://doi.org/10.33820/mdvi.v52i1.506Keywords:
biopsi tangensial, dermatitis kronik, diagnosis, nevus melanositik didapat, rekurensiAbstract
Pendahuluan: Nevus melanositik didapat merupakan lesi melanositik jinak yang paling sering ditemui. Proses peradangan kronis dapat membuat gambaran klinis dan dermoskopik nevus melanositik didapat menjadi tidak khas. Rekurensi dapat terjadi terutama pascatindakan pengangkatan lesi secara parsial. Kasus: Anak perempuan, 15 tahun, mengeluhkan tahi lalat hitam di punggung tangan kanan yang sudah ada sejak 10 tahun yang lalu. Tahi lalat membesar perlahan seiring usia, namun dalam 1 tahun terakhir terasa lebih tebal, bersisik dan gatal. Pemeriksaan dermoskopi menunjukkan gambaran tidak khas. Diagnosis nevus melanositik intradermal ditegakkan berdasarkan pemeriksaan histopatologi yang diambil dengan cara biopsi tangensial. Nevus rekuren muncul satu bulan pascaeksisi. Gambaran histopatologi menunjukkan adanya sarang-sarang sel nevus berinti bulat, vesikular, sitoplasma eosinofilik, sebagian dengan pigmen kecokelatan intrasitoplasmik, serta tidak ditemukan mitosis. Selain itu, juga terdapat akantosis, hipergranulosis, spongiosis ringan, dan vertical collagen streaks. Diskusi: Gambaran histopatologi berupa dermatitis kronik di bagian superfisial lesi dapat menjelaskan gambaran dermoskopi yang tidak khas pada nevus melanositik didapat. Pengangkatan lesi secara parsial dengan teknik biopsi tangensial meningkatkan risiko rekurensi, walaupun 23% kasus nevus rekuren ditemukan juga pascaeksisi nevus secara komplet. Gambaran klinis nevus rekuren dapat menyerupai melanoma, tetapi dermoskopi dapat membantu membedakan keduanya. Kesimpulan: Diagnosis dermatitis kronik perlu dipertimbangkan pada dermoskopi lesi nevus melanositik didapat yang tidak khas. Kemungkinan rekurensi pascaeksisi nevus melanositik didapat perlu diinformasikan kepada pasien dan/atau keluarga.
Downloads
References
2. Cuda JD, Moore RF, Busam KJ. Melanocytic Nevi. Dalam: Kang S, Amagai M, Bruckner AL, Enk AH, Margolis DJ, McMichael AJ, dkk., editor. Fitzpatrick’s Dermatology. 9 ed. New York: McGraw Hill Education; 2019. hlm. 1945–77.
3. Castagna RD, Stramari JM, Chemello RML. The recurrent nevus phenomenon. An Bras Dermatol. 2017;92(4):531–53.
4. Liu P, Su J, Zheng X, Chen M, Chen X, Li J, dkk. A clinicopathological analysis of melanocytic nevi: A retrospective series. Front Med. 2021;8:1–9.
5. Muradia I, Khunger N, Yadav AK. A clinical, dermoscopic, and histopathological analysis of common acquired melanocytic nevi in skin of color. J Clin Aesthet Dermatol. 2022;15(10):41–51.
6. Crotty KA, Menzies SW. Dermoscopy and its role in diagnosing melanocytic lesions: A guide for pathologists. Pathology. 2004;36(5):470–7.
7. Lin J, Han S, Cui L, Song Z, Gao M, Yang G, dkk. Evaluation of dermoscopic algorithm for seborrhoeic keratosis: A prospective study in 412 patients. J Eur Acad Dermatol Venereol. 2014;28(7):957–62.
8. Zare P, Ramezani M. Seborrheic keratosis in an adolescent: A rare presentation. Clin Case Rep. 2023;11(7):1–3.
9. Alsayyah A. Differentiating between early melanomas and melanocytic nevi: A state-of-the-art review. Pathol Res Pract. 2023;249:1–13.
10. Calonje E, Brenn T, Lazar A, Billings S, editor. Spongiotic, psoriasiform, and pustular dermatoses. Dalam: McKee’s pathology of the skin with clinical correlations. 5 ed. China: Elsevier; 2020. hlm. 209–11.
11. Massone C, Hofman-Wellenhof R, Chiodi S, Sola S. Genetic findings of thin melanoma on non-volar skin. Genes (Basel). 2021;12.
12. Pitney T, Muir DJ. Single-center, single-operator, retrospective analysis of base transection rates in shave procedures for melanoma diagnosis. J Am Acad Dermatol. 2021;84(3):861–2.
13. Jones S, Henry V, Strong E, Sheriff SA, Wanat K, Kasprzak J, dkk. Clinical impact and accuracy of shave biopsy for initial diagnosis of cutaneous melanoma. J Surg Res. 2023;286:35–40.
14. Camini L, Manzoni APD, Weber MB, Luzzato L, Soares AS, Bonamigo RR. Shave excision versus elliptical excision of nonpigmented intradermal melanocytic nevi: Comparative assessment of recurrence and cosmetic outcomes. Dermatologic Surgery. 2021;47(2):E21–5.
15. Aung PP, Mutyambizi KK, Danialan R, Ivan D, Prieto VG. Differential diagnosis of heavily pigmented melanocytic lesions: Challenges and diagnostic approach. J Clin Pathol. 2015;68(12):963–70.
16. Muradia I, Khunger N, Yadav A. Real-time intraoperative dermoscopic monitoring of common acquired melanocytic nevi following shave excision. J Cutan Aesthet Surg. 2022;15(3):230–6.
17. Zagórska B, S?awi?ska M, Nowicki RJ, Sobjanek M. The recurrent nevus phenomenon: Case series. Przegl Dermatol. 2022;109(3):244–50.
18. Larre Borges A, Zalaudek I, Longo C, Dufrechou L, Argenziano G, Lallas A, dkk. Melanocytic nevi with special features: Clinical-dermoscopic and reflectance confocal microscopic-findings. J Eur Acad Dermatol Venereol. 2014;28(7):833–45.
19. Blum A, Hofmann-Wellenhof R, Marghoob AA, Argenziano G, Cabo H, Carrera C, dkk. Recurrent melanocytic nevi and melanomas in dermoscopy. JAMA Dermatol. 2014;150(2):138–45.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Reisa Reshinta

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.