INJEKSI INTRADERMAL VS APLIKASI MICRONEEDLING DARI POLIDEOKSIRIBONUKLEOTIDA, ASAM HIALURONAT CROSS-LINKED, DAN GLUTATHIONE SEBAGAI TERAPI KOMBINASI UNTUK HIPERPIGMENTASI PERIORBITAL
DOI:
https://doi.org/10.33820/mdvi.v50i4.440Keywords:
asam hialuronat, glutathione, hiperpigmentasi periorbital, polideoksiribonukleotidaAbstract
Pendahuluan: Hiperpigmentasi periorbital (HPO) merupakan kondisi yang mengganggu secara kosme- tik, ditandai dengan pigmentasi yang terutama pada kelopak mata bagian bawah. Hiperpigmentasi periorbital sulit untuk diobati dan terbatasnya pilihan terapi yang dapat diandalkan karena patogenesis dan etiologinya yang kompleks. Ilustrasi Kasus: Kami melaporkan dua orang wanita dengan hiperpigmentasi infraorbital yang diterapi dengan kombinasi polideoksiribonukleotida (PDRN), asam hialuronat cross-linked, dan glu- tathione melalui injeksi intradermal di area infraorbital kanan dan aplikasi menggunakan microneedling di area infraorbital kiri, total dua sesi perawatan dengan interval satu minggu. Diskusi: Pengobatan HPO ha- rus dimodifikasi sesuai dengan etiologinya, seperti pigmentasi, vaskular, perubahan kulit, dan tipe campuran. Polideoksiribonukleotida menyebabkan induksi dari sekresi faktor pertumbuhan, sitokin anti-inflamasi, per- baikan jaringan, penyembuhan luka, dan anti-melanogenik. Asam hialuronat cross-linked bekerja sebagai an- tioksidan, pelembab, penginduksi kolagen, dan biomaterial untuk penyembuhan luka. Sedangkan glutathione merupakan bahan pencerah kulit yang bekerja dengan mengurangi produksi melanin, sebagai antioksidan, dan anti-keriput. Kesimpulan: Kombinasi PDRN, asam hialuronat cross-linked, dan glutathione efektif mengobati HPO tipe pigmentasi. Penggunaan injeksi intradermal dan aplikasi jarum mikro sama efektifnya dengan peng- hantaran obat intradermal.
Downloads
References
2. Anu GT, Rangappa V, Betkerur J. Clinical and dermoscopic study of periorbital hyperpigmentation (POH) and quality of life in POH patients based on the MELASQOL scale: a case-control study. Iran J Dermatology. 2021;24(3):172–8.
3. Jage M, Mahajan S. Clinical and dermoscopic evaluation of periorbital hyperpigmentation. Indian J Dermatopathol diagnostic dermatology. 2018;5:42–7.
4. Park KY, Kwon HJ, Youn CS, Seo SJ, Kim MN. Treatments of infra-orbital dark circles by various etiologies. Ann Dermatol. 2018;30(5):522–8.
5. Galeano M, Pallio G, Irrera N, Mannino F, Bitto A, Altavilla D, et al. Polydeoxyribonucleotide: A promising biological platform to accelerate impaired skin wound healing. Pharmaceuticals. 2021;14(11).
6. Noh TK, Chung BY, Kim SY, Lee MH, Kim MJ, Youn CS, et al. Novel anti-melanogenesis properties of polydeoxyribonucleotide, a popular wound healing booster. Int J Mol Sci. 2016;17(9):1–11.
7. Huang Y, Yang P. Application of Cross-Linked and Non-Cross-Linked Hyaluronic Acid Nano-Needles in Cosmetic Surgery. Int J Anal Chem. 2022;2022.
8. Weschawalit S, Thongthip S, Phutrakool P, Asawanonda P. Glutathione and its antiaging and antimelanogenic effects. Clin Cosmet Investig Dermatol. 2017;10:147–53.
9. Larrañeta E, Lutton REM, Woolfson AD, Donnelly RF. Microneedle arrays as transdermal and intradermal drug delivery systems: Materials science, manufacture and commercial development. Mater Sci Eng R Reports. 2016;104:1–32.











