LAPORAN KASUS: PERTIMBANGAN TATA LAKSANA KONDILOMA AKUMINATA PADA KEHAMILAN

Authors

  • Umi Miranti Departemen Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang
  • Clarissa Izza Gelsanda Universitas Jember
  • Vanya Oxalita Asan Putri Departemen Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang
  • Fitri Intani Mahsin Departemen Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang
  • Sepdiana Warda Nur Rohmah Departemen Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang
  • Roikhanatul Jannah Departemen Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang
  • Naufal Ahmad Syafiiqi Attabriizi Departemen Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang

DOI:

https://doi.org/10.33820/mdvi.v53i3.617

Keywords:

kondiloma akuminata, HPV, TCA, kehamilan

Abstract

 

 Pendahuluan: Kondiloma akuminata merupakan penyakit menular seksual akibat infeksi Human Papillomavirus (HPV), terutama tipe 6 dan 11 yang bersifat non-onkogenik. Pada kehamilan, lesi dapat tumbuh lebih cepat, lebih besar, atau multipel karena imunosupresi fisiologis serta perubahan hormonal terutama estrogen dan progesteron. Kasus: Seorang perempuan berusia 21 tahun dengan usia kehamilan 28 minggu mengeluhkan benjolan pada kemaluan disertai bau tak sedap dan keputihan sejak 3 bulan yang lalu. Status dermatologis menunjukkan papul eritema multipel bertangkai, konfluens, membentuk cauliflower-like appearance, lembap, berukuran 7 cm x 3 cm pada regio labia minora hingga menutupi vagina. Terapi asam trikloroasetat (TCA) 80–90% mingguan tidak memberikan respons bermakna. Persalinan dilakukan secara sectio caesarea pada usia kehamilan 38 minggu, dilanjutkan bedah eksisi dan elektrokauterisasi empat minggu pascasalin dengan hasil baik tanpa komplikasi. Kondisi janin sebelum, selama, dan setelah terapi dalam keadaan baik. Diskusi: Resistensi terhadap TCA dipengaruhi oleh ukuran lesi dan tingginya hormon gestasional yang memacu proliferasi epitel sehingga bedah eksisi dan elektrokauterisasi menjadi pilihan terapi terbaik. Sectio caesarea dipilih atas indikasi obstetrik, yaitu risiko obstruksi jalan lahir dan perdarahan. Simpulan: Asam trikloroasetat dapat menjadi pilihan yang aman selama kehamilan, sedangkan bedah eksisi dan elektrokauterisasi pascasalin dapat dipertimbangkan sebagai terapi definitif pada lesi yang resisten.

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. Bolognia JL, Schaffer JV, Cerroni L. Dermatology. 4th ed. Philadelphia: Elsevier; 2018.

2. Avianto E, Setia R, Dimawan A. A 20-year-old man with condyloma acuminata accompanied by HIV infection: a case report. In: Proceedings of the 17th Continuing Medical Education, Faculty of Medicine, Universitas Muhammadiyah Surakarta (CME FK UMS); 2024. p. 729–737.

3. Workowski KA, Bachmann LH, Chan PA, et al. Sexually transmitted infections treatment guidelines, 2021. MMWR Recomm Rep. 2021;70(4):1–187.

4. Menaldi SL, Bramono K, Indriatmi W. Ilmu penyakit kulit dan kelamin. 7th ed. Jakarta: Badan Penerbit FK Universitas Indonesia; 2019.

5. Diţescu D, Istrate-Ofiţeru AM, Roşu GC, Iovan L, Liliac IM, Zorilă GL, et al. Clinical and pathological aspects of condyloma acuminatum: review of literature and case presentation. Rom J Morphol Embryol. 2021;62(2):369–383.

6. Kang S, Amagai M, Bruckner AL, Enk AH, Margolis DJ, McMichael AJ, et al. Fitzpatrick’s dermatology. 9th ed. New York: McGraw-Hill Education; 2019.

Published

2026-09-30

How to Cite

Miranti, U., Gelsanda, C. I., Putri, V. O. A., Mahsin, F. I., Rohmah, S. W. N., Jannah, R., & Attabriizi, N. A. S. (2026). LAPORAN KASUS: PERTIMBANGAN TATA LAKSANA KONDILOMA AKUMINATA PADA KEHAMILAN. Media Dermato-Venereologica Indonesiana, 53(3), 172–177. https://doi.org/10.33820/mdvi.v53i3.617